Yang Anda dapatkan
- Versi PHP yang tepat untuk setiap website di akun Anda.
- Batas PHP yang lebih tinggi saat dibutuhkan aplikasi: file unggahan yang lebih besar, memori lebih banyak untuk WordPress, waktu lebih lama untuk impor.
PHP 8.2, 8.3, dan 8.4 tersedia di semua paket hosting web dan WordPress; defaultnya 8.3.
Sebelum memulai
- Anda bisa memilih PHP 8.2, PHP 8.3, atau PHP 8.4. Website baru dimulai dengan PHP 8.3. PHP 7 tidak tersedia: website yang membutuhkan PHP 7 harus diperbarui.
- Versi diatur per website: domain dan subdomain yang ditambahkan ke website yang sama memakai versi yang sama.
- Periksa versi yang dibutuhkan aplikasi, tema, dan plugin Anda.
- Sebelum mengganti, buat backup website dari tab “Backups” website tersebut: “Create backup” (di “English (US)” tombolnya bernama “Backup now”), lalu “Backup now” di jendela yang terbuka.
- Nama menu dalam panduan ini sesuai dengan tampilan Enhance berbahasa Inggris. Jika Enhance terbuka dalam bahasa lain, Anda bisa beralih ke bahasa Inggris di kanan atas: foto atau inisial Anda » “My account” » “Language”.
- Nilai awal setiap website, sebagai acuan:
| Pengaturan | Nilai default |
|---|---|
memory_limit | 256M |
upload_max_filesize | 1000M |
post_max_size | 1000M |
max_execution_time | 30 (detik) |
max_input_vars | 1000 |
allow_url_fopen | On |
display_errors | Off |
Langkah — mengganti versi PHP
- Masuk ke Enhance di https://server.nbt-host.com. Di menu sebelah kiri, klik “Websites”, lalu pilih website Anda.
- Buka tab “Developer tools”. Jika tidak terlihat di deretan tab, tab ini ada di menu “Advanced”, di ujung deretan.
- Di “PHP”, di bawah “Change the PHP version for your website”, pilih dari daftar 8.4, 8.3, atau 8.2.
- Di jendela “Update PHP version” klik “Update”.
- Buka website Anda dan periksa halaman-halaman penting.
Langkah — mengubah pengaturan PHP
- Di halaman yang sama, “Developer tools”, buka “php.ini editor”. Awalnya tertulis “No php.ini directives”: website memakai nilai default dari tabel di atas.
- Klik “Add directive”.
- Di “Directive” tulis nama pengaturan, misalnya
memory_limit. Di “Value” biarkan tipe “Text” lalu tulis nilainya, misalnya512M. Untuk pengaturan aktif/nonaktif, pilih tipe “Boolean” lalu “Enable” atau “Disable”. - Klik “Create”. Pengaturan muncul di daftar.
- Yang paling sering dibutuhkan:
memory_limit: memori untuk satu skrip. WordPress dengan banyak plugin, page builder, atau WooCommerce bisa membutuhkan, misalnya,512M.upload_max_filesizedanpost_max_size: ukuran file terbesar yang bisa Anda unggah melalui website.post_max_sizeharus minimal sebesarupload_max_filesize.max_execution_time: berapa detik sebuah skrip boleh berjalan, misalnya saat impor besar.max_input_vars: jika menu besar atau pengaturan tema tidak tersimpan sepenuhnya, naikkan ke5000.allow_url_fopen: aktif; nonaktifkan hanya jika Anda yakin aplikasi Anda tidak membutuhkannya.display_errors: biarkan nonaktif di website publik. Aktifkan hanya selama Anda mencari penyebab error.allow_url_include: jangan diaktifkan, ini berisiko bagi keamanan.
- Untuk mengubah pengaturan yang sudah Anda tambahkan, klik pengaturan itu di daftar, ubah nilainya, lalu klik “Save”. Dengan “Delete” pengaturan dihapus, dan website kembali ke nilai default.
- Periksa hasilnya. Di WordPress, versi PHP dan batas-batasnya terlihat di dasbor, di Tools » Site Health » Info » Server. Jika nilai baru belum muncul, klik “Restart” di samping judul “PHP” lalu konfirmasi di jendela “Restart PHP container”. Website berhenti beberapa detik selama PHP dimulai ulang.
Jangan menyalin ke sini semua pengaturan dari file php.ini yang dibawa dari host lain. Tambahkan hanya yang Anda perlukan.
Jika ada kendala
- Setelah versi diganti, website menampilkan error 500 atau halaman putih. Kembalikan ke versi sebelumnya dengan langkah yang sama. Penyebabnya biasanya ada di log error: di kartu “PHP” pada “Developer tools”, di
php-error.log. Perbarui tema dan plugin, lalu coba lagi. - Pengaturan baru tidak berlaku. Periksa apakah nama pengaturan ditulis dengan benar. Mulai ulang PHP dengan “Restart” di samping judul “PHP”, lalu kosongkan cache jika Anda memakai plugin cache.
- “The uploaded file exceeds the upload_max_filesize directive” (atau pesan serupa di WordPress). Naikkan
upload_max_filesizedanpost_max_sizeke nilai yang sama. - “Allowed memory size of … bytes exhausted”. Naikkan
memory_limit. Di WordPress, periksa juga apakah diwp-config.phpada nilai yang lebih kecil untukWP_MEMORY_LIMIT. - Anda mencari “MultiPHP Manager” atau “Select PHP Version”, seperti di host lain. Fitur itu tidak ada di Enhance: versi diganti dari “Developer tools”, di “PHP”, dan pengaturannya dari “php.ini editor”, di halaman yang sama.
